Mencari Tanggal Pernikahan di Bulan Baik

 

Pasangan calon pengantin yang akan menikah sebagian besar selalu mencari kapan hari yang baik untuk melangsungkan acara pernikahan. Mungkin bisa juga karena ada musyawarah dengan para tetua dalam keluarga besar. Meskipun sebenarnya semua hari itu baik tetapi kenyataannya banyak keluarga calon mempelai yang bermusyawarah mencari tanggal atau bulan yang baik untuk melangsungkan acara pernikahan. Bahkan ada yang mempercayai bahwa mencari waktu yang termasuk tanggal baik akan berpengaruh pada kelancaran acara dan kelanggengan rumah tangga mempelai untuk ke depannya.

Dalam mencari bulan yang baik untuk acara wedding, bisa mempertimbangkan waktu saat bulan Ramadhan dan bulan Syawal. Ada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah dan istrinya menikah tepat di bulan Syawal dan di bulan yang sama jugalah mereka memasuki nikah.

Istri Rasulullah Aisyah RA juga menyebutkan bahwa bulan syawal merupakan bulan baik untuk melangsungkan acara pernikahan, sedangkan Rasulullah sendiri menyatakan bahwa bulan Ramadhan hari baik untuk menikah menurut Islam.
Hal ini sebagaimana yang dikisahkan oleh Aisyah RA
تزوجني رسول الله صلى الله عليه و سلم في شوال وبنى بي في شوال فأي نساء رسول الله صلى الله عليه و سلم كان أحظى عنده منى ؟ قال وكانت عائشة تستحب أن تدخل نساءها في شوال
“Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?” Salah seorang perawi mengatakan, “Aisyah menyukai jikalau suami melakukan malam pertama di bulan Syawal.” (HR. Muslim, An-Nasa’i, dan yang lain).
Dalam kitab Quratul ‘Uyun karya Asy- Syekh Al-Imam Abu Muhammad diberikan penjelasan mengenai bulan yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Dalam kitab ini diberikan penjelasan untuk menikah yang baik adalah di bulan Syawal dan disunahkan di bulan Ramadhan, seperti salah satu hadits yang telah diriwayatkan Sayyidah Aisyah RA yang artinya:
“Rasulullah menikah dengan saya pada pada bulan syawal dan memasuki nikah juga pada bulan syawal, maka siapakah dari istri-istri rasulullah yang lebih utama bagi beliau daripada saya? Kemudian Sayyidah Aisyah pun menyunahkan memasuki nikah dengan wanita-wanita pada bulan syawal. Dan Rasulullah SAW telah menyunahkan pernikahan pada bulan Ramadhan.”
Jadi meskipun masih dalam suasana bulan puasa Ramadhan, tidak masalah apabila ingin mengadakan resepsi pernikahan. Tentu saja waktunya pada malam hari setelah sholat Tarawih dan jam acaranya diperpendek, supaya semuanya tidak kesiangan untuk makan sahur. Apalagi segala perbuatan di bulan Ramadhan, pahalanya bisa berkali kali lipat. Pernikahan yang murni berdasarkan motivasi yang tulus untuk mensucikan diri, InsyaAlloh sudah dihitung mendapat pahala hukum sunah. Apalagi ditambah pahala menyuguhkan hidangan dan memberikan hadiah berupa souvenir pernikahan pada para tamu undangan. InsyaAlloh pahala yang akan didapat akan berkali kali lipat. Ditambah lagi apabila souvenirnya benar benar bermanfaat dan bisa digunakan oleh para tamu undangan.
Selain bulan Ramadhan dan bulan Syawal, bulan Dzulqaidah (bulan besar-Jawa) juga sering dipilih sebagai bulan yang baik untuk melaksanakan acara wedding. Mungkin karena bulan Besar masih dekat dengan bulan Syawal, jadi dianggap masih mendatangkan berkah yang besar. Saya dulu juga nikahnya waktu bulan Besar?
Kemudian kapan waktu yang tepat untuk mencari undangan dan souvenir pernikahan?
Idealnya, mencari undangan itu 2 bulan sebelum hari H acara pernikahan dan mencari souvenir itu 1 bulan sebelumnya. Apalagi kalau jumlah undangan atau souvenir yang ingin dipesan berjumlah banyak minimal 500 pcs. Sehingga kami sebagai produsen bisa memproduksi undangan atau souvenir dengan dalam waktu yang cukup, tidak tergesa gesa dan waktu pengiriman pun bisa sampai tepat waktu seperti yang diharapkan bersama.
Jadi hitungannya waktu sekitar bulan Rajab atau Syaban adalah waktu yang pas untuk memesan undangan atau souvenir wedding, apabila temen temen berencana melangsungkan pernikahan di bulan Ramadhan atau bulan Syawal atau bulan Dulqoidah (bulan Besar-Jawa).
Sebagai tambahan informasi, selain bulan baik, ada juga tanggal yang tidak baik (dihindari) dalam kepercayaan masyarakat Jawa.
Berikut penjelasan mengenai hari tidak baik dalam bulan hijriah menurut masyarakat Jawa.

Bulan Sura: tanggal 6, 11, 18

Bulan Safar: tanggal 1, 10, 20

Bulan Maulud: tanggal 1, 8, 10, 15, 20

Bulan setelah Maulud: tanggal 10, 12, 20, 28

Bulan Jumaidil Awal: 1, 10, 11, 28

Bulan Jumaidil Akhir: 10, 14, 18

Bulan Rajab: 2, 13, 14, 18, 27

Bulan Syaban: 4, 12, 13, 26, 28

Bulan Ramadhan: 7, 9, 20, 24

Bulan Syawal: 2, 10, 20

Bulan Dzulkaidah: 2, 9, 13, 22, 28

Bulan Besar: 6, 10, 12, 20

Demikian informasi dari kami. Koleksi undangan dan souvenir selengkapnya bisa dibuka di link www.fivsouvenir.com/katalog/

FP Facebook: @FIV.Souvenir

Instagram @fivsouvenir
Semoga bermanfaat

Written by fivsouvenir