CARA MELAKSANAKAN AQIQAH ANAK

Pastikan temen temen "Like" FB page FIV Souvenir di https://www.facebook.com/FIV.Souvenir untuk mendapatkan upload foto orderan paling gress, testimoni dan kabar terbaru dari kami (kabar diskon2 juga lohh..). Jangan sampe ketinggalan yaaa..^_^

Pasangan suami istri yang beragama Islam yang terbiasa melakukan planning keuangan, sebaiknya juga memikirkan planning keuangan acara aqiqah anaknya. Selain biaya perawatan dan kesehatan selama kehamilan, biaya persalinan dan biaya pendidikan; jangan lupakan biaya pelaksanaan acara aqiqah.

Secara etimologi bahasa aqiqah artinya : memotong. Kenapa dinamakan aqiqah, karena dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan itu. Ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong. Juga ada pendapat bahwa aqiqah itu asal katanya dari rambut si bayi ketika ia keluar dari rahim ibu, rambut ini harus dipotong, karena itulah disebut dengan aqiqah

Dalil-dalil Pelaksanaan

(kami kutip dari https://rajaaqiqah.wordpress.com/artikel-aqiqah/tata-cara-aqiqah-untuk-anak-menurut-islam/)

Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad]

Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah]

Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama.” [HR Ahmad]

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasululloh bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” [Riwayat Bukhari]

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda :

“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” [HR Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad]

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah ber ‘aqiqah untuk Hasan dan Husain pada hari ke-7 dari kelahirannya, beliau memberi nama dan memerintahkan supaya dihilangkan kotoran dari kepalanya (dicukur)”. [HR. Hakim, dalam AI-Mustadrak juz 4, hal. 264]

Keterangan : Hasan dan Husain adalah cucu Rasulullah SAW.

Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [HR Ahmad, Thabrani, dan al-Baihaqi]

Dari Abu Buraidah r.a.: Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satunya. (HR Baihaqi dan Thabrani).

Hukum Aqiqah Anak adalah sunnah (muakkad) sesuai pendapat Imam Malik, penduduk Madinah, Imam Syafi′i dan sahabat-sahabatnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan kebanyakan ulama ahli fiqih (fuqaha).

Dasar yang dipakai oleh kalangan Syafii dan Hambali dengan mengatakannya sebagai sesuatu yang sunnah muakkadah adalah hadist Nabi SAW. Yang berbunyi, “Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya)”. (HR al-Tirmidzi, Hasan Shahih)

“Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus) darinya darah sembelihan dan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya cukur rambutnya).” (HR: Ahmad, Al Bukhari dan Ashhabus Sunan)

Perkataan: “maka tumpahkan (penebus) darinya darah sembelihan” adalah perintah, namun bukan bersifat wajib, karena ada sabdanya yang memalingkan dari kewajiban yaitu: “Barangsiapa di antara kalian ada yang ingin menyembelihkan bagi anak-nya, maka silakan lakukan.” (HR: Ahmad, Abu Dawud dan An Nasai dengan sanad yang hasan).

Perkataan: “ingin menyembelihkan,..” merupakan dalil yang memalingkan perintah yang pada dasarnya wajib menjadi sunnah.

Imam Malik berkata: Aqiqah itu seperti layaknya nusuk (sembeliah denda larangan haji) dan udhhiyah (kurban), tidak boleh dalam aqiqah ini hewan yang picak, kurus, patah tulang, dan sakit. Imam Asy-Syafi’iy berkata: Dan harus dihindari dalam hewan aqiqah ini cacat-cacat yang tidak diperbolehkan dalam qurban.

Buraidah berkata: Dahulu kami di masa jahiliyah apabila salah seorang diantara kami mempunyai anak, ia menyembelih kambing dan melumuri kepalanya dengan darah kambing itu. Maka setelah Allah mendatangkan Islam, kami menyembelih kambing, mencukur (menggundul) kepala si bayi dan melumurinya dengan minyak wangi. [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 107]

Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Dahulu orang-orang pada masa jahiliyah apabila mereka ber’aqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah ‘aqiqah, lalu ketika mencukur rambut si bayi mereka melumurkan pada kepalanya”. Maka Nabi SAW bersabda, “Gantilah darah itu dengan minyak wangi”.[HR. Ibnu Hibban dengan tartib Ibnu Balban juz 12, hal. 124]

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Berdasarkan kesepakatan para ulama, waktu pelaksanaan aqiqah adalah hari ketujuh dari kelahiran. Kesepakatan ini berdasarkan hadits: “Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama”. (HR. Al-Tirmidzi). Dalil hadis lainnya “Setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ke tujuh, dan dia dicukur, dan diberi nama.” (HR: Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan, dan dishahihkan oleh At Tirmidzi)

Meskipun begitu, ada beberapa dalil yang juga membolehkan hari lainnya, semisal hari ketujuh terlewat. Bisa dilaksanakan pada hari ke-14 atau pada hari ke-21 atau kapan pun orang tua mampu dan menyempatkan waktunya. Dari Imam Malik: Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup. Hadits Abdullah Ibnu Buraidah dari ayahnya dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam, beliau berkata yang artinya: “Hewan aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, ke empat belas, dan ke dua puluh satu.” (Hadits hasan riwayat Al Baihaqiy). Prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah SWT: “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (QS.Al Baqarah:185)

Tata cara pelaksanaan acara aqiqah

Pada jaman modern sekarang ini, banyak jasa layanan aqiqah yang menyediakan berbagai pilihan menu paket aqiqah. Biasanya jasa layanan tersebut sudah memahami  segala aturan pelaksanaan penyembelihan kambing menurut agama Islam. Kita tinggal memilih menu masakan yang sesuai dengan selera dan budget. Bisa mencari rekomendasi dari saudara, tetangga atau teman yang pernah melaksanakan acara aqiqah anaknya. Rekomendasi ini sangat penting, mengingat aqiqah berkaitan dengan  aturan agama Islam juga berkaitan dengan rasa makanan. Kita tentu saja tidak ingin memberi makanan yang tidak enak pada handai tulan.

Berikut ini kami jelaskan tentang tata cara aqiqah :

  1. Hari pertama kelahiran bayi Anda, Anda sudah menyiapkan nama yang baik. Alangkah baiknya jika Anda dan pasangan sudah menyiapkan jauh jauh hari ketika istri masih hamil. Pemberian nama yang dipikirkan dalam jangka waktu yang cukup, akan menghasilkan nama yang diinginkan dan InsyaAlloh barokah. Sangat dianjurkan untuk melaksanakan sholat istiqarah untuk minta pendapat Alloh. Karena nama ini akan dibawa anak Anda selama hidupnya. Ada beberapa calon kakek/nenek yang sangat ingin memberi kontribusi nama untuk cucunya, maka sebaiknya Anda juga meminta usulan dan pendapat mereka. Meskipun Anda dan pasangan sudah mendapatkan kepastian jenis kelamin melalui USG, sebaiknya Anda tetap menyiapkan nama laki laki dan nama perempuan. Hal ini dilakukan sebagai persiapan ketika ternyata jenis kelamin sang buah hati tidak sama dengan yang dilihat di USG.
  2. Membeli kambing

Jumlah kambing yang dibeli diutamakan 2 ekor untuk anak laki-laki dan 1 ekor untuk anak perempuan berdasarkan hadits-hadits berikut ini:

Ummu Kurz Al Ka’biyyah berkata, yang artinya: “Nabi SAW memerintahkan agar dsembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba dan dari anak perempuan satu ekor.” (Hadits sanadnya shahih riwayat Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan).

Dari Aisyah ra berkata, yang artinya: “Nabi SAW memerintahkan mereka agar disembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba yang sepadan dan dari anak perempuan satu ekor.” (Shahih riwayat At Tirmidzi)

Dari Ummu Kurz AI-Ka’biyah, bahwasanya ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang ‘aqiqah. Maka sabda beliau SAW, “Ya, untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Tidak menyusahkanmu baik kambing itu jantan maupun betina”. [HR. Ahmad dan Tirmidzi, dan Tirmidzi menshahihkannya, dalam Nailul Authar 5 : 149]

  1. Menyembelih Kambing

Doa menyembelih kambing untuk aqiqah:

Bismillahirrohmanirrahiim, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.

Artinya : Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud)

  1. Memberikan Daging Kambing yang Matang/Sudah Dimasak

Utamanya daging kambing diberikan dalam kondisi sudah dimasak. Hadits Aisyah ra., “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

Daging kambing aqiqah diberikan kepada tetangga atau fakir miskin atau bisa diberikan kepada orang non-muslim. Dalil: “Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang”. (QS. Al-Insan : 8). Menurut Ibn Qudâmah, tawanan pada saat itu adalah orang-orang kafir. Kedua orang tua si anak atau keluarganya boleh memakan daging kambing aqiqah.

  1. Mencukur Rambut Bayi

Mencukur rambut adalah anjuran Nabi yang sangat baik untuk dilaksanakan ketika anak yang baru lahir pada hari ketujuh.

Dalam hadits Samirah disebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Setiap anak terikat dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh disembelihkan hewan untuknya, diberi nama, dan dicukur”. (HR. at-Tirmidzi).

Dalam kitab al-Muwaththâ` Imam Malik meriwayatkan bahwa Fatimah menimbang berat rambut Hasan dan Husein lalu beliau menyedekahkan perak seberat rambut tersebut.

Tidak ada ketentuan apakah harus digundul atau tidak. Tetapi yang jelas pencukuran tersebut harus dilakukan dengan rata; tidak boleh hanya mencukur sebagian kepala dan sebagian yang lain dibiarkan.

Demikian tata cara pelaksanaan acara aqiqah anak tercinta. Untuk masyarakat Indonesia, kebanyakan dilaksanakan dengan melaksanakan acara pengajian atau hajatan syukuran aqiqah dengan mengundang kyai/ustadz, keluarga, tetangga, handai tulan.

FIV Souvenir menyediakan tas hajatan untuk wadah box nasi aqiqah dan snacknya atau tas wadah souvenir. Souvenir aqiqah bisa berupa souvenir gelas, tasbih, kalender, taplak, dll. Souvenir koleksi kami sudah termasuk tulisan nama, kemasan dan kartu ucapan full colour (bisa cetak foto anak). Koleksi tas hajatan dan souvenir aqiqah atau kelahiran bayi bisa dilihat di link INI

 

 

 

Written by fivsouvenir